Minggu, 28 November 2010


PERBEDAAN KEPENTINGAN

Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.Seseorang akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya karena perbedaan itu akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik.Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda.
Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu, misalnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya.
Para buruh menginginkan upah yang memadai, sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume usaha mereka.
Indonesia sebagai negara kesatuan pada dasarnya dapat mengandung potensi kerawanan akibat keanekaragaman suku bangsa, bahasa, agama, ras dan etnis golongan, hal tersebut merupakan faktor yang berpengaruh terhadap potensi timbulnya konflik. Dengan semakin marak dan meluasnya konflik akhir-akhir ini, merupakan suatu pertanda menurunnya rasa nasionalisme di dalam masyarakat.




Kondisi seperti ini dapat terlihat dengan meningkatnya konflik yang bernuansa SARA, serta munculya gerakan-gerakan yang ingin memisahkan diri dari NKRI akibat dari ketidakpuasan dan perbedaan kepentingan. Apabila kondisi ini tidak dikelola dengan baik akhirnya akan berdampak pada disintegrasi bangsa. Permasalahan ini sangat kompleks sebagai akibat akumulasi permasalahan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan yang saling tumpang tindih, apabila tidak cepat dilakukan tindakan-tindakan bijaksana untuk menanggulangi sampai pada akar permasalahannya maka akan menjadi problem yang berkepanjangan
Golongan" yang berbeda
Kita tahu perbedaan golongan pada masyarakat juga dapat menimbulkan pertentangan” denagn secara sadar maupun tidak sadar. Walaupun tidak begitu terlihat tapi dari waktu ke waktu hal seperti ini juga bisa menjadi salah satu penyebab.

Perbedaan golongan Seperti halnya :
  • 1. Suku bangsa. contohnya saja suku bangsa di Indonesia yang beragam yang mempunyai kebudayaan sendiri”.
  • 2. Agama, perbedaan agama, yang menuntut saling toleransi diantaranya
  • 3. Bahasa, bahasa merupakan alat komunikasi dalam melaksanakan interaksi antar kelompok
  • dll
Dari beberapa hal” diatas pastilah muncul juga suatu konflik yang tidak diduga”. Kita hanya bisa meredam dan meminimalisir konflik tersebut.


Adapun cara pemecahan konflik tersebut adalah :
  • 1. Elimination, yaitu pengunduran diri salah satu pihak ( mengalah )
  • 2. Subjugation atau Domination, yaitu pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa pihak lain untuk mengalah dan mentaatinya
  • 3. Majority Rule, voting atau menentukan dengan suara terbanyak untuk penyelesaian suatu konflik
  • 4. Compromise, berusaha mencari jalan tengah suatu masalah
  • 5. Integration, pendapat” yang bertentangan didiskusikan.

Contoh kasus : kasus makam mbah priok
LATAR BELAKANG : Bentrokan dipicu rencana Pemerintah Provinsi DKI menggusur sebagian lokasi makam Mbah Priuk yang dikeramatkan. Warga, terutama mereka yang mengatasnamakan ahli waris tanah tersebut, berusaha mempertahankan Mbah Priuk.
Sengketa lahan di area pemakaman Mbah Priok alias Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad, Koja, Jakarta Utara, Rabu (14/4), berubah menjadi pertikaiaan berdarah. Lebih dari seratus orang, baik dari warga maupun petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan polisi mengalami luka-luka. Berikut kronologis kejadian tersebut.
Kerusuhan pertama kali terjadi di depan gerbang masuk area pemakaman yang dikeramatkan itu. Tanda-tanda bentrokan, mulai terasa, saat beberapa warga mulai terpancing emosinya, dengan keberadaan petugas Satpol PP dan polisi. Karena warga mulai beringas, polisi pun akhirnya menyemprotkan air dari Mobil Water Canon untuk membubarkan massa. Namun ini tidak berhasil, sebab massa yang menolak pembongkaran Makam Mbah Priok, membalas dengan lemparan batu.



Tidak cukup water canon, polisi pun menembakkan gas air mata. Beberapa orang yang dianggap provokator, juga ditangkap polisi. Massa yang sudah tercerai berai, meninggalkan beberapa kendaraan mereka. Karena panik, seorang warga bersembunyi di got kotor tertangkap polisi. Sedangkan sejumlah warga lainnya menyelamatkan diri ke dalam makam, dan rumah seorang habib.
Tetapi beberapa warga, tidak beruntung. Tidak mengenal usia, seorang anak menjadi bulan-bulanan pukulan aparat keamanan. Aksi anarkis dilakukan kedua belah pihak. Dari aparat keamanan pun korban berjatuhan. Puluhan orang luka-luka, dan jumlah korban tewas masih simpang siur. Namun, seorang saksi mata menuturkan melihat seorang warga yang diduga tewas.
Mbah Priok, dikenal Umat Islam sebagai penyebar ajaran Agama Islam di tanah Batavia, pada abad ke-18. Sosoknya begitu dihormati, sehingga kerap kali Umat Islam berziarah ke makamnya. Rasa hormat warga terhadap sosok karismatik Mbah Priok, laksana bensin dan percik api, yang mudah terbakar apabila tokoh yang mereka hormati direndahkan.
untuk pertemuan mediasi antara ahli waris dan Pelindo, Kamis (15/4/2010).
Sedangkan keberadaan makam, ia meminta agar tidak dikaitkan dengan sengketa tanah tersebut. Menurutnya, keberadaan makam Mbah Priok sudah menjadi hak masyarakat. "Jangan dikaitkan dengan persoalan ahli waris," ujarnya.
Persoalan sengketa tanah, lanjut Ma'ruf bisa dikompromikan agar tak merugikan ahli waris, masyarakat maupun Pelindo. Ia mengharapkan, Pelindo bisa memberikan sedikit lahan untuk kegiatan warga yang ingin menziarahi makam Mbah Priok. Namun, diingatkannya, kegiatan tersebut juga tak mengganggu aktivitas pelabuhan.


Sementara, mengenai bentrokan Satpol PP dan warga yang terjadi kemarin, Ma'ruf menilai, kedua belah pihak tak bisa mengontrol emosinya. Ia tak berani menduga, apakah peristiwa tersebut ada yang menunggangi atau memprovokasi. 

      Kasus tersebut menyangkut pada perbedaan kepentingan antara warga Priok (Koja) dengan PT.Pelindo.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar