Pada tabel diatas, buatlah kolom no,nama,kelas,uts,uas dan total. Semua kolom di input sesuai keinginan,lalu tambahkan baris jumlah,max,min,average dan count. Untuk menghitung total,gunakan rumus =SUM(klik D2 dan E2),lalu tekan enter,seperti yang tertera pada formula bar tersebut. Lalu untuk menjumlahkan semua nilai tidak perlu melakukan hal yang sama,hanya tinggal tarik saja sudut kanan bawah sampai cell yang diinginkan.
Selanjutnya menjumlahkan nilai uts,uas dan total,sama halnya seperti menjumlahkan kolom total.Hanya saja drop cells yang akan dicari nilai jumlahnya. Lalu mencari nilai terbesar uts uas dan total dengan rumus =MAX(D2:D11) drop cell tersebut lalu tekan enter,sama halnya dengan nilai uas dan total
Lalu mencari nilai minimal dari setiap kolol uts,uas dan total dengan menggunakan rumus =MIN(D2:D11) drop cell tersebut lalu tekan enter. Untuk kolom uas dan total sama menggunakan rumus tersebut.
Kemudian mencari nilai rata-rata dari setiap kolom uts,uas dan total dengan menggunakan rumus =AVERAGE(D2:D11) drop cell tersebut lalu tekan enter,sama halnya dengan nilai uas dan uts. Selanjutnya mencari nilai jumlah data dengan
rumus =COUNT(D2:D11) drop cells yang akan dicari nilai jumlah datanya lalu tekan enter,sama halnya dengan kolom uas dan total.
Selanjutnya akan dibuat tabel yang menggunakan fungsi logika IF. Buatlah tabel dengan kolom no,nama,kelas,nilai dan ket. Lalu input semua kolom kecuali kolom keterangan. Untuk mengisi kolom keterangan, gunakan logika IF seperti yang tertera pada formula bar tersebut. Syntak nya adalah =IF(logical_test;[value_if_true];[value_if_false). Klik pada cell D37 lalu ketikan seperti yang tertera pada formula bar. Sintak tersebut berarti,jika cell d37 bernilai kurang dari sama dengan 65 maka akan mencetak “buruk”,jika cell d37 bernilai kurang dari sama dengan 75 maka mencetak “cukup”,selain itu mencetak “istimewa” tekan enter,lakukan hal yang sama pada keterangan selanjutnya.
Selanjutnya akan dibuat tabel dengan fungsi vlookup. Rumus VLOOKUP digunakan untuk menampilkan data dari sebuah table yang disusun dalam format tegak atau vertikal.
Bentuk penulisan rumusnya sebagai berikut :
“=VLOOKUP(lookup_value,table_array,col_index_num,0)”
Keterangan :
lookup_value : diisi dengan nilai sebagai dasar pembacaan table
table array : range data yang disusun tegak atau vertical yang berfungsi sebagai tabel rujukan yang akan digunakan
col_index_num : nomor urut kolom ke berapa dari tabel yang hendak dijadikan “hasil akhir” dimana pembacaan kolom dimulai dari kolom paling kiri menuju kolom kanan.
0 (nol) : digunakan agar “hasil akhir” menjadi lebih tepat, karena terkadang “hasil akhir” bisa salah. Dengan penggunaan angka 0 (nol), maka apabila nilai pada kolom yang dicari tidak ada maka hasilnya akan menjadi ERROR.
Bentuk penulisan rumusnya sebagai berikut :
“=VLOOKUP(lookup_value,table_array,col_index_num,0)”
Keterangan :
lookup_value : diisi dengan nilai sebagai dasar pembacaan table
table array : range data yang disusun tegak atau vertical yang berfungsi sebagai tabel rujukan yang akan digunakan
col_index_num : nomor urut kolom ke berapa dari tabel yang hendak dijadikan “hasil akhir” dimana pembacaan kolom dimulai dari kolom paling kiri menuju kolom kanan.
0 (nol) : digunakan agar “hasil akhir” menjadi lebih tepat, karena terkadang “hasil akhir” bisa salah. Dengan penggunaan angka 0 (nol), maka apabila nilai pada kolom yang dicari tidak ada maka hasilnya akan menjadi ERROR.
Lalu buatlah tabel kedua dengan posisi vertikal dengan kolom no nama dan ket. Klik pada j47 lalu =vlookup(i47 karena cell tersebut yang akan menjadi sumber data yang dicari;blok range yang berfungsi sebagai tabel rujukan yang akan digunakan;ketik nomor urut kolom ke berapa dari range yang di blok tadi yang hendak dijadikan hasil akhir dimana pembacaan kolom dimulai dari paling kiri menuju kolom kanan. Lalu ketik angka nol agar hasil akhir lebih tepat). Sebenarnya bisa saja tidak menggunakan angka nol,tetapi apabila nilai pada kolom yang dicari tidak ada hasilnya akan menjadi ERROR.
Selanjutnya akan dibuat tabel fungsi hlookup. Fungsi hlookup adalah fungsi untuk mencari nilai dalam suatu baris tabel /digunakan untuk membaca tabel horizontal denganmenggunakan nilai kunci perbandingan, serta offsetbaris yang menunjukkan posisi data yang dibaca di baris tertentu.
Rumus hlookup adalah: “=HLOOKUP(lookup_value,table_array,row_index_num,0)”.
Lookup_value :
nilai pada sel sebagai kunci yang akan dicari dalam tabel
array.
Table_array :
Table dimana tempat data yang akan dicari
Row_index_num :
Baris yang keberapa yang akan dicari. Nilai dari
Row_index_num tidak boleh lebih dari jumlah kolom dari data
Table_array, jika lebih akan menghasilkan nilai #REF
Row_index_num tidak boleh lebih dari jumlah kolom dari data
Table_array, jika lebih akan menghasilkan nilai #REF
Range_lookup :
Diisi dengan true(1) atau false(0). Jika diisi dengan true(1),
Table_array harus disusun secara urut, oleh sebab itu sebagai
amannya menghindari salah mencari data pakai nila false(0)
Table_array harus disusun secara urut, oleh sebab itu sebagai
amannya menghindari salah mencari data pakai nila false(0)
Buatlah 2 tabel seperti diatas. Buat kolom no,nama,kelas,nilai dan ket. Tabel kedua no,nama dan ket. Input semua kolom kecuali pada kolom keterangan (pada tabel kedua). Lalu klik B69 isikan dengan fungsi hlookup,
=hlookup(b68 karena cell tersebut yang akan menjadi sumber data yang dicari;blok range yang berfungsi sebagai tabel rujukan yang akan digunakan;ketik nomor urut baris ke berapa dari range yang di blok tadi yang hendak dijadikan hasil akhir dimana pembacaan baris dimulai dari paling kiri menuju kolom kanan. Lalu ketik angka nol agar hasil akhir lebih tepat). Diisi dengan true(1) atau false(0). Jika diisi dengan true(1),
Table_array harus disusun secara urut, oleh sebab itu sebagai
amannya menghindari salah mencari data pakai nilai false(0)
Table_array harus disusun secara urut, oleh sebab itu sebagai
amannya menghindari salah mencari data pakai nilai false(0)
pada tabel yang paling atas,akan dibuat grafik seperti ini. Langkah-langkah membuat grafik pada excel :
- Blok tabel yang akan dibuat grafik
- Klik insert, lalu pilih jenis grafiknya yang diinginkan,contohnya grafik bar (grafik batang-horizontal) dan lanjutkan pilih model grafiknya dengan cara mengklik model grafik tersebut misalnya 3-D bar.
- Setelah grafik jadi,masih terdapat beberapa hal yang perlu diedit diantaranya:
a. Chart type
Fasilitas ini dapat mengganti jenis grafik yang diinginkan
b. Source data
Untuk mengubah nama data grafik,contohnya “daftar nilai siswa”.
c. Chart option
Untuk menambahkan judul grafik, judul grafik pada data sumber,karakteristik mengenai grafik selebihnya dapat dilihat pada menu bar layout, selain itu untuk mengubah warna grafik dapat memilih design.Lj





Tidak ada komentar:
Posting Komentar