Tiap kali gue mau nulis, tidak ada satu kalimat
untuk merangkai judulnya. Buat gue, nulis salah satu cara ningkatin mood. Belakangan
gue baru sadar, ini satu-satunya cara positif yang gue punya buat ngilangin
males.
Jadi gini...
Beberapa hari lalu, gue dapet tugas kelompok. Satu
kelompok terdiri dari dua orang. Tugasnya adalah membuat aplikasi sistem pakar
yang dibuat dari aplikasi Expert System Builder. Agak ragu sebenernya gue buat
bikin aplikasi. Gue ragu sama kemampuan gue. Apalagi partner gue waktu itu,
punya kepribadian sama dengan gue, nggak pernah serius... sorry Uje hehe
Tugas kelompok yang diberikan dosen gue bertemakan,
UKM (Usaha Kecil Menengah) (setidaknya ada beberapa kelompok yang bertemakan
hal itu). Jadi dari tugas itu, kalo gue rinciin gue harus melakukan:
- Cari ide
- Ide tersebut disangkut pautin ke permasalahan biar terkesan asik buat dibahas
- Bikin sistem pakarnya
Untuk tugas tipe cari-cari ide kayak gitu, gue
paling suka. Gue suka banget berkhayal. Untuk mencari ide, gue berkhayal dari
hal-hal yang umum dulu, seperti bidangnya. Setelah itu, gue cari permasalahan
apa aja di bidang tersebut. Gue dapatkan satu, “Menentukan metode pemasaran
yang tepat untuk OnlineShop”. Itu ide dari gue. Keesokan harinya, Uje coba
kirim via whatsapp ide dari dia. “Menentukan pekerjaan berdasarkan jenis
kepribadian”. Gue langsung antusias ngerjainnya.
Gue cari-cari informasi mengenai jenis kepribadian
terlebih dahulu. Setiap halaman yang gue temui, berujuk ke halaman untuk
menilai apa jenis kepribadian seseorang. Gue mengikuti semua halaman tersebut.
Sebanyak 3 tes kepribadian, semua hasilnya sama. Sebelumnya gue rinciin dulu
jenis-jenis kepribadian:
- Ekstrovert, orang yang suka mengekspresikan diri pada dunia luar. Tidak suka sepi dan terlihat gembira dalam perkumpulan organisasi
- Introvert, kebalikannya dari ekstrovert. Pribadi ini lebih suka menyendiri, suka menulis, membaca, dan suka melakukan kegiatan tanpa sangkut paut orang lain
- Ambivert, orang yang memiliki persentase seimbang (Ekstrovert 50%, Introvert 50%). Dalam hal ini, pribadi demikian memiliki mood yang tidak menentu.
Awalnya gue pikir, gue adalah pribadi Ekstrovert.
Gue terlihat tidak pendiam di kelas, gue juga mudah dalam memulai pembicaraan
terlebih dahulu. Tetapi hasil tes tersebut menyatakan bahwa gue pribadi
Introvert 90%. Dimana temen kelas gue yang gue pikir dia Introvert pun, hanya
menghasilkan introvert 60%. Dari hasil tes dan tugas dari dosen tersebut, gue
mulai berfikir apa yang membuat gue menjadi seorang introvert. Ternyata ada
beberapa yang gue ketahui dari pribadi introvert, secara mendalam:
- Tidak suka keramaian. Gue paling tidak suka yang namanya berkumpul dengan orang banyak. Gue lebih suka sepi, tenang, dan nggak gaduh
- Lebih suka mengerjakan pekerjaan tanpa bergabung dengan orang lain. Walaupun pekerjaan rumah menumpuk, gue lebih suka mengerjakan pekerjaan itu sendiri. Gue merasa nyaman di rumah sendirian. Gue juga lebih suka mengerjakan tugas sendirian, karena bagi gue sangat sulit menyatukan pikiran dengan orang lain
- Suka nulis. Seperti inilah yang sedang gue kerjakan
- Selalu merencanakan sesuatu, di jauh-jauh hari. Untuk pakaian yang akan gue kenakan minggu depan, gue sudah merencanakannya
- Temannya sedikit. Baru gue sadari, gue cuma punya temen itu-itu aja selama hampir 3 tahun gue di SarMag
- Berkumpul dengan banyak orang adalah hal yang membosankan. Gue lebih memilih nonton bioskop sendirian daripada nonton rame-rame
- Lebih mudah mengingat dalam jangka waktu lama. Apa saja yang baru dikatakan oleh orang lain, lebih tidak ingat dibanding hal-hal yang sudah lama dikatakan
- Berinisiatif tinggi apabila ada hubungannya dengan diri sendiri. Apapun yang gue lakukan dengan semangat, semuanya berhubungan dengan gue. Poin ini bisa diartikan egois. Pribadi Introvert memiliki tingkat keegoisan lebih tinggi dibanding pribadi ekstrovert.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar